1. Mengukur Kapasitor
Mengukur kapasitor menggunakan multimeter analog
melalui fungsi ohm meter. Dengan memahami prinsip kerja kapasitor sebagai
penyimpan muatan listrik sementara maka kita dapat mengetest kondisi kapasitor
menggunakan multimeter. Kapasitor adalah komponen elektronik yang dirancang
untuk dapat menyimpan dan membuang tegangan arus listrik searah (Direct Current
Voltage/DCV). Kapasitor terbagi dalam dua jenis. Pertama, kapasitor yang
memiliki kutub positip (+) dan negatip (-). Dalam teknik elektronika disebut
kapasitor polar (polarised capacitor). Kedua, kapasitor yang tidak memiliki
kutub positip (+) dan negatip (-). Disebut kapasitor non polar (unpolarised
capacitor).
Mengukur Kapasitor Menggunakan Multimeter
Hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengukur kapasitor polar
adalah ;
Kabel penyidik (probes) positip (+) yang berwarna
merah diletakkan pada kaki kapasitor yang bertanda positip (+).
Kabel penyidik (probes) negatip (-) yang berwarna
hitam diletakkan pada kaki kapasitor yang bertanda negatip (-).
Saklar jangkauan ukur pada posisi Ω, batas ukur
(range) berada pada posisi x1, x10 atau kΩ, sesuai kebutuhan.
Untuk kapasitor non polar (unpolarised) kedua kabel
penyidik (probes) dapat diletakkan secara sembarang (acak) ke kaki kapasitor.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat skema pengukuran
kapasitor pada gambar berikut.
Langkah-Langkah Mengukur Kapasitor Menggunakan
Multimeter
Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke
lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna
hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).
Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi
jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi
angka nol.
Atur saklar jangkauan ukur pada posisi Ω.
Batas ukur (range) pada posisi x1, x10 atau kΩ
sesuai kebutuhan.
Ujung dari kedua kabel penyidik (probes)
dipertemukan.
Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka
nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan
angka nol.
Mengacu pada gambar diatas, letakkan kabel penyidik
(probes) warna merah (+) pada kaki positip (+) kapasitor non polar (kaki
positip biasanya berukuran lebih panjang ketimbang kaki negatip), kabel penyidik
(probes) warna hitam (-) ke kaki negatip.
Jarum pada papan skala bergerak jauh ke kanan untuk
kemudian kembali ke kiri, artinya : kapasitor polar masih baik dan dapat
digunakan. (Jika jarum pada papan skala bergerak ke kanan dan tidak kembali
lagi ke kiri, artinya : kapasitor polar sudah rusak dan tidak dapat digunakan).
Letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah
(+) dan kabel penyidik (probes) warna hitam (-) secara sembarang (acak) ke kaki
kapasitor non polar.
Jarum pada papan skala tidak bergerak (atau bergerak
sedikit), artinya : kapasitor non polar masih baik dan dapat digunakan. (Jika
jarum pada papan skala bergerak jauh ke kanan, artinya : kapasitor non polar
sudah rusak dan tidak dapat digunakan).
Dengan memahami prinsip kerja kapasitor sebagai
penyimpan muatan listrik sementara maka kita dapat menentukan kondisi kapasitor
menggunakan multimeter. Pada kapasitor dengan kapasitas kecil maka simpangan
jarum multimeter akan lebih cepat dan sedikit, dan pada kasitor dengan
kapasitor berkapasitas besar maka proses kembalinya jarum multimeter akan lebih
lambat pada saat mengukur kapasitor menggunakan multimeter.
2. Cara cek kapasitor
Untuk mengecek baik tidaknya sebuah kapasitor, ada
tiga cara untuk mengetahuinya, yaitu dengan menghubungkannya langsung pada
sebuah perangkat elektronik, bisa juga dengan menggunakan Avometer, dan dapat
juga dilakukan dengan menghubungkannya langsung pada arus listrik (stop kontak)
Cara
cek kapasitor dengan memasangkanya langsung pada komponen elektronik
Misalnya sobat sedang memperbaiki sebuah kipas
angin, yang diharuskan penggantian kapasitor, maka, cara terbaik untuk mengecek
kapasitor yang mau jadi penggantinya tersebut adalah dengan menghubungkannya
langsung pada bekas sambungan kapasitor bekasnya. Mudah bukan, namun cara ini
kurang efektif dalam mengetahui letak terjadinya kerusakan pada suatu alat
listrik oleh karena itu munculah cara cara berikut
Cara
cek kapasitor dengan menggunakan Avo meter atau ohm meter
AVO meter adalah singkatan dari Ampere Volt Ohm
meter, dan yang digunakan untuk pengecekan sebuah Kapasitor adalah skala Ohm
atau tahanan. Oleh karena itu untuk mengukur sebuah kapasitor dapat dilakukan
dengan Avometer atau Ohm meter karena pada AVOmeter ada ohmnya...
Untuk memeriksa sebuah kapasitor dengan Avometer
atau ohm meter, hal yang harus dipersipakan terlebih dahulu adalah :
·
Siapkan Avometer atau ohm meter
·
Siapkan kapasitor
·
Pastikan Avometer dalam keadaan baik
Pindahkan skala ukur pada selektor switch pada ohm
(Ω) dan lakukan kalibarasi dengan menhubungkan kedua jarum pengukur sehingga
jarum pada layar bergerak
Jika sudah, hal yang harus sobat lakukan adalah
mengukur Kapasitor tersebut dengan menghubungkan satau jarum pada terminal
kapasitor 1 dan satunya lagi pada terminal yang satunya lagi.
Maka silahkan dilihat hasilnya
Kapasitor yang baik adalah ketika dilakukan
pengukuran jarum pada layar avo meter akan bergerak jauh sesuai dengan besar
kapasitas kapasitor, dan tidak lama kemudian akan langsung turun kembali sampai
jarum pada layar berapa pada posisis awal
Sebagaimana dalam prinsip kerja kapasitor itu yang
menyimpan muatan listrik sementara.
Bila ketika dilakukan pengecekan dan hasilnya tidak
demikian, jarum bergerak penuh dan tak pulang – pulang, atau jarum malah diam
pada posisi awal tak maju – maju. Sudah dipastikan bahwa kapasitor ada dalam
keadaan rusak
Kelemahan cara ini adalah Alat ukurnya itu sendiri yang jarang orang awam bisa memilikinya. Oleh karena itu hadirlah cara ketiga :
Cara cek kapasitor dengan menghubungkannya langsung pada sumber arus listrik
Cara ketiga ini adalah termasuk paling gampang dan paling mudah diketahui hasilnya, namun paling besar pula resikonya....
Untuk melakukan cara ini cukup mudah, sobat tinggal ikuti step by step pada gambar ini
Pertama, sobat siapkan sebuah sumber arus listrik tepatnya sebuah stop kontak dan kapasitor yang akan di cek keadaannya
hubungkan kedua terminal kapasitor pada kedua
terminal stop kontak seperti ditunjukan pada gambar diatas
Silahkan hubungkan kedua terminal (penghantar) kapasitor seperti ditunjukan oleh gambar, dengan catatan sobat jangan memegang bagian penghantarnya
Bila memang kapasior yang sobat periksa dalam keadaan baik, maka sudah dipastikan ada percikan yang timbul pada saat sobat menghubungkan kedua penghantar kapasitor tersebut. Besar percikan seraras dengan seberapa besar kapasitas kapasitor itu dalam satuan Micro Farad Namun, bila tidak terjadi percikan dari inti hubung penghantar itu, maka dipastikan kapasitor ada dalam keadaan rusak.
Ketiga cara diatas memiliki kelemahan dan kekurangnnya sendiri, namun cara paling baik untuk mengecek sebuah kapasitor adalah dengan menggunakan Avometer karena keamanan dan keakuratan terjamin disana. Cara ketiga memang paling mudah namun paling beresiko juga, jadi berhati hatilah dalam melakukan pekerjaan seorang teknisi
Demikian pembahasan singkat cara mengecek kapasitor sehingga diketahui letak kelemahannya. Semoga dapat bermanfaat dan dapat membantu.
Sumber : http://zonaelektro.net/mengukur-kapasitor-menggunakan-multimeter/ & http://www.kelistrikanku.com/2016/07/cara-cek-kapasitor.html





No comments:
Post a Comment