Wednesday, 21 December 2016

cara mengukur dan mengecek kelayakan Kapasitor



1. Mengukur Kapasitor

Mengukur kapasitor menggunakan multimeter analog melalui fungsi ohm meter. Dengan memahami prinsip kerja kapasitor sebagai penyimpan muatan listrik sementara maka kita dapat mengetest kondisi kapasitor menggunakan multimeter. Kapasitor adalah komponen elektronik yang dirancang untuk dapat menyimpan dan membuang tegangan arus listrik searah (Direct Current Voltage/DCV). Kapasitor terbagi dalam dua jenis. Pertama, kapasitor yang memiliki kutub positip (+) dan negatip (-). Dalam teknik elektronika disebut kapasitor polar (polarised capacitor). Kedua, kapasitor yang tidak memiliki kutub positip (+) dan negatip (-). Disebut kapasitor non polar (unpolarised capacitor).
Mengukur Kapasitor Menggunakan Multimeter
Hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengukur kapasitor polar adalah ;
Kabel penyidik (probes) positip (+) yang berwarna merah diletakkan pada kaki kapasitor yang bertanda positip (+).
Kabel penyidik (probes) negatip (-) yang berwarna hitam diletakkan pada kaki kapasitor yang bertanda negatip (-).
Saklar jangkauan ukur pada posisi Ω, batas ukur (range) berada pada posisi x1, x10 atau kΩ, sesuai kebutuhan.
Untuk kapasitor non polar (unpolarised) kedua kabel penyidik (probes) dapat diletakkan secara sembarang (acak) ke kaki kapasitor.

 
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat skema pengukuran kapasitor pada gambar berikut.
Description: Mengukur KapasitorSkema Mengukur Kapasitor Polar Dan Non-Polar Menggunakan Multimeter
Langkah-Langkah Mengukur Kapasitor Menggunakan Multimeter
Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).
Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.
Atur saklar jangkauan ukur pada posisi Ω.
Batas ukur (range) pada posisi x1, x10 atau kΩ sesuai kebutuhan.
Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan.
Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol.
Mengacu pada gambar diatas, letakkan kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki positip (+) kapasitor non polar (kaki positip biasanya berukuran lebih panjang ketimbang kaki negatip), kabel penyidik (probes) warna hitam (-) ke kaki negatip.
Jarum pada papan skala bergerak jauh ke kanan untuk kemudian kembali ke kiri, artinya : kapasitor polar masih baik dan dapat digunakan. (Jika jarum pada papan skala bergerak ke kanan dan tidak kembali lagi ke kiri, artinya : kapasitor polar sudah rusak dan tidak dapat digunakan).
Letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) dan kabel penyidik (probes) warna hitam (-) secara sembarang (acak) ke kaki kapasitor non polar.
Jarum pada papan skala tidak bergerak (atau bergerak sedikit), artinya : kapasitor non polar masih baik dan dapat digunakan. (Jika jarum pada papan skala bergerak jauh ke kanan, artinya : kapasitor non polar sudah rusak dan tidak dapat digunakan).
Dengan memahami prinsip kerja kapasitor sebagai penyimpan muatan listrik sementara maka kita dapat menentukan kondisi kapasitor menggunakan multimeter. Pada kapasitor dengan kapasitas kecil maka simpangan jarum multimeter akan lebih cepat dan sedikit, dan pada kasitor dengan kapasitor berkapasitas besar maka proses kembalinya jarum multimeter akan lebih lambat pada saat mengukur kapasitor menggunakan multimeter.

2. Cara cek kapasitor

Untuk mengecek baik tidaknya sebuah kapasitor, ada tiga cara untuk mengetahuinya, yaitu dengan menghubungkannya langsung pada sebuah perangkat elektronik, bisa juga dengan menggunakan Avometer, dan dapat juga dilakukan dengan menghubungkannya langsung pada arus listrik (stop kontak)

Cara cek kapasitor dengan memasangkanya langsung pada komponen elektronik

Misalnya sobat sedang memperbaiki sebuah kipas angin, yang diharuskan penggantian kapasitor, maka, cara terbaik untuk mengecek kapasitor yang mau jadi penggantinya tersebut adalah dengan menghubungkannya langsung pada bekas sambungan kapasitor bekasnya. Mudah bukan, namun cara ini kurang efektif dalam mengetahui letak terjadinya kerusakan pada suatu alat listrik oleh karena itu munculah cara cara berikut

Cara cek kapasitor dengan menggunakan Avo meter atau ohm meter

AVO meter adalah singkatan dari Ampere Volt Ohm meter, dan yang digunakan untuk pengecekan sebuah Kapasitor adalah skala Ohm atau tahanan. Oleh karena itu untuk mengukur sebuah kapasitor dapat dilakukan dengan Avometer atau Ohm meter karena pada AVOmeter ada ohmnya...
Untuk memeriksa sebuah kapasitor dengan Avometer atau ohm meter, hal yang harus dipersipakan terlebih dahulu adalah :
·         Siapkan Avometer atau ohm meter
·         Siapkan kapasitor
·         Pastikan Avometer dalam keadaan baik
Pindahkan skala ukur pada selektor switch pada ohm (Ω) dan lakukan kalibarasi dengan menhubungkan kedua jarum pengukur sehingga jarum pada layar bergerak
Jika sudah, hal yang harus sobat lakukan adalah mengukur Kapasitor tersebut dengan menghubungkan satau jarum pada terminal kapasitor 1 dan satunya lagi pada terminal yang satunya lagi.
Maka silahkan dilihat hasilnya

Description: 3 cara cek kapasitor termudah sehingga terlihat baik atau sudah rusak

Kapasitor yang baik adalah ketika dilakukan pengukuran jarum pada layar avo meter akan bergerak jauh sesuai dengan besar kapasitas kapasitor, dan tidak lama kemudian akan langsung turun kembali sampai jarum pada layar berapa pada posisis awal
Sebagaimana dalam prinsip kerja kapasitor itu yang menyimpan muatan listrik sementara.
Bila ketika dilakukan pengecekan dan hasilnya tidak demikian, jarum bergerak penuh dan tak pulang – pulang, atau jarum malah diam pada posisi awal tak maju – maju. Sudah dipastikan bahwa kapasitor ada dalam keadaan rusak

Kelemahan cara ini adalah Alat ukurnya itu sendiri yang jarang orang awam bisa memilikinya. Oleh karena itu hadirlah cara ketiga :

Cara cek kapasitor dengan menghubungkannya langsung pada sumber arus listrik

Cara ketiga ini adalah termasuk paling gampang dan paling mudah diketahui hasilnya, namun paling besar pula resikonya....

Untuk melakukan cara ini cukup mudah, sobat tinggal ikuti step by step pada gambar ini
Description: 3 cara cek kapasitor termudah sehingga terlihat baik atau sudah rusak

Pertama, sobat siapkan sebuah sumber arus listrik tepatnya sebuah stop kontak dan kapasitor yang akan di cek keadaannya

Description: 3 cara cek kapasitor termudah sehingga terlihat baik atau sudah rusak
hubungkan kedua terminal kapasitor pada kedua terminal stop kontak seperti ditunjukan pada gambar diatas
Description: 3 cara cek kapasitor termudah sehingga terlihat baik atau sudah rusak

Silahkan hubungkan kedua terminal (penghantar) kapasitor seperti ditunjukan oleh gambar, dengan catatan sobat jangan memegang bagian penghantarnya

Bila memang kapasior yang sobat periksa dalam keadaan baik, maka sudah dipastikan ada percikan yang timbul pada saat sobat menghubungkan kedua penghantar kapasitor tersebut. Besar percikan seraras dengan seberapa besar kapasitas kapasitor itu dalam satuan Micro Farad Namun, bila tidak terjadi percikan dari inti hubung penghantar itu, maka dipastikan kapasitor ada dalam keadaan rusak.

Ketiga cara diatas memiliki kelemahan dan kekurangnnya sendiri, namun cara paling baik untuk mengecek sebuah kapasitor adalah dengan menggunakan Avometer karena keamanan dan keakuratan terjamin disana. Cara ketiga memang paling mudah namun paling beresiko juga, jadi berhati hatilah dalam melakukan pekerjaan seorang teknisi 

Demikian pembahasan singkat cara mengecek kapasitor sehingga diketahui letak kelemahannya. Semoga dapat bermanfaat dan dapat membantu.

Sumber : http://zonaelektro.net/mengukur-kapasitor-menggunakan-multimeter/ & http://www.kelistrikanku.com/2016/07/cara-cek-kapasitor.html

No comments:

Post a Comment